TANAMAN YANG ENGGAN TUMBUH

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

“Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” Lukas 13:7.

Saya tidak menanam pohon ara, tetapi saya merasa tepat seperti orang yang ada di dalam perumpamaan. Keluhan saya adalah karena ada tanaman yang mengabaikan seluruh usaha saya untuk membuatnya berbunga, hal itu kelihatannya menggoda saya untuk mengusahakan cara baru.

Selama bertahun-tahun saya mengagumi tanaman bunga semacam itu di pagar tetangga yang hidup setiap musim semi dan berbunga dengan begitu indah dan segarnya. Saya menginginkan tanaman seperti itu ditanam di halaman rumah saya, dan saya telah menentukan tempat untuk menanamnya, dekat kotak pos di samping belokan. Saya membayangkan tanaman itu akan menjalar dan menutupi tiang kotak pos yang menyanggah kotak dan akan menghiasinya dengan bunga-bunga berwarna ungu, dan merah jambu.

Masalahnya; tanah di sekitar kotak pos itu keras dan berbatu-batu. Saya telah berusaha untuk menanam tanaman yang lain ketika itu, namun gagal karena kering dan panasnya musim panas. Jadi setiap musim semi saya memikirkan tanaman bunga yang ku inginkan, namun setiap musim panas saya menundanya ke tahun yang akan datang.

Kemudian musim semi tiba ketika saya mendapati tanaman clematis itu yang ditaruh dalam kotak-kotak di suatu toko swalayan. Melalui plastik penutupnya yang bening di bagian depan kotak itu saya dapat melihat pucuk-pucuk yang berwarna hijau pucat. Tanaman clematis ini sudah siap untuk bersemi! Jadi saya membelinya (satu kotak berisi dua tanaman), membawanya pulang, dan mulai membayangkan bagaimana menanamnya nanti.

Beberapa minggu berlalu sebelum saya dapat mengerjakan tanah dengan tanaman clematisku, tetapi akhirnya saya selesai juga menanamnya. Saya menunggu. Dan menunggu. Akhirnya satu tunas yang enggan muncul juga, kemudian yang lainnya. Mereka sepertinya berjuang keras untuk hidup, dan dalam musim semi itu hanya mencapai beberapa inci saja.

Tahun berikutnya saya berusaha lagi. Kotak clematis yang lain, lebih banyak menanam, lebih banyak menyiram, memberi pupuk. Hasilnya malahan lebih buruk. Dalam bulan agustus tanaman-tanaman itu menjadi layu. Tidak lama kemudian semuanya mati.

Tetapi tidak mati sama sekali. Saya perhatikan ada beberapa warna hijau pada cabang yang di bawah yang sudah mengering. Saya ragu-ragu, kemudian memutuskan untuk tetap menyiramnya, pertumbuhan baru mulai tampak. Lebih banyak pupuk dan air.

Dan pada musim semi berikutnya—wow! Saya hampir-hampir tidak dapat percaya. Tanaman-tanaman clematis itu bermunculan dari tidur panjangnya, dengan sehat dan kuat. Mereka terus bertumbuh, menjalar naik—dan berbunga dengan indah dan banyak sekali.

Saya gembira seperti orang di dalam perumpamaan karena saya memberikan clematis itu satu kesempatan lagi. Itu sama dengan bagaimana Allah memperlakukan kita semua.

Ps. William G. Johnsson – Hati yang Berlimpah Kasih Karunia, hlm.  94

Mari bagikan artikel ini

2 thoughts on “TANAMAN YANG ENGGAN TUMBUH

    1. syallom sdr!
      menjawab pertanyaan sdr.
      pertama, karena Tuhan ingin kabar Injil tersebar ke seluruh dunia.
      Kedua, tidak ada larangan dalam alkitab untuk menterjemahkan alkitab dari bahasa asli ke bahasa lain, sehingga kaum terpelajar yang mengerti bahasa asli alkitab menterjemahkan alkitab ke bahasa lokal masing-masing sehingga memudahkan Alkitab di baca dan dimengerti bahkan oleh kaum tidak berpendidikan maupun yang berpendidikan tinggi.
      Tuhan memberkati saudara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *