Tipuan Kubur: Halloween di Amerika

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini

Tipuan HalloweenJumlah angka yang semakin mengherankan saat waktunya tiba bagi orang-orang yang merayakan Halloween di Amerika Serikat.

Lebih dari $7 triliun yang dikeluarkan pada liburan Halloween tahun lalu – $3 triliun untuk kostumnya sendiri. (Sebuah kostum terpopuler yang dipakai oleh para orang dewasa yaitu? Seorang penyihir.) Rata-rata masing-masing orang menghabiskan sekitar $77 pada Halloween tiap tahun, dan hampir 50 persen dari orang Amerika mendekorasi rumah mereka pada peristiwa tersebut. Lebih dari 70 persen permen dibagikan untuk memperdaya atau bernegosiasi. *

Apakah layak seluruh waktu, uang, dan upaya diberdayakan untuk hal sedemikian? Jika ada satu kisah ditemukan dalam seluruh asal-muasal tentang hari ini (apakah Gaelic, Welsh, atau Kristen), itu adalah pengajaran tipuan bahwa orang mati tidak benar-benar mati. Bahkan AS. Biro sensus menyadari bahwa “Halloween, yang mana tanggalnya kembali pada ritual-ritual Celtic ribuan tahun yang lalu, telah lama dihubungkan dengan gambar-gambar penyihir, hantu, dan vampir. *

Banyak kegiatan yang berhubungan dengan hari ini yang menimbulkan pikiran bahwa jiwa-jiwa orang mati kembali untuk mengunjungi orang-orang hidup. Pengajaran penyembah berhala mempertegas bahwa “roh” lebih mudah datang ke dunia kita dan bahwa jiwa-jiwa orang mati akan mengunjungi tempat tinggal mereka kembali. Permainan pemanggilan arwah dimainkan untuk menghubungi orang yang telah mati. Menggunakan kostum-kostum merupakan sebuah metode menyembunyikan diri sendiri dari roh-roh ini, dan mengukir labu-labu yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti roh-roh jahat.

Bahkan dalam tradisi-tradisi Kristen, kepercayaan orang mati sedang datang kembali mengunjungi orang yang hidup tersebar luas. Apakah jiwa-jiwa ini sungguh menjelajahi bumi sampai Halloween bilamana mereka hendak kembali ke rumah? Haruskah umat Kristen pergi ke kuburan-kuburan dan berdoa atas orang mati atau membunyikan lonceng gereja untuk memimpin jiwa-jiwa yang mati kepada surga sehingga mereka tidak hilang? Barangkali kita dapat belajar dari pembaru-pembaru Protestan yang secara akurat menggambarkan hantu-hantu ini sebagai roh jahat, bukan jiwa yang mati.

Tidak ada yang perlu dibingungkan mengenai orang mati bila Anda mempelajari Kitab Suci. Kitab Suci dengan jelas mengajarkan, “Sebab orang yang hidup mengetahui bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tidak mengetahui apa-apa. (Pengkhotbah 9:5). “Sebab dalam kematian tidak ada ingatan akan Engkau, dalam alam maut, siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu?” (Mazmur 6:5). “Jiwa yang berdosa itulah yang akan mati” (Yehezkiel 18:4)

Tariklah orang-orang menjauh dari tipuan mematikan setan dan ajarlah mereka kebenaran mengenai kematian!


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.