Tiga Cara Melindungi Anak Anda dari Bahaya Mainan dan Permainan

  • 0

Tiga Cara Melindungi Anak Anda dari Bahaya Mainan dan Permainan

Tags : 

bigstock-Boy-Video-Game-910903-402x600Oleh Berit Kjos

(penulis dari How to Protect Your Child From the New Age & Spiritual Deception)

Ketika berumur delapan tahun, orang tua Joshua tahu yang diinginkan Joshua saat Natal nanti, dan mereka merasa cukup tertekan. Joshua berharap memiliki konsol game terbaru-Nintendo-serta permainan di dalamnya yang paling populer, Super Mario Brothers II. Benda atau hal-hal yang lain baginya “membosankan.”

Saudara-saudara Joshua telah mendengar cerita tentang kecanduan Nintendo—atau sesuatu yang membuat kita selalu fokus dan tidak ingin diganggu terus-menerus. Sehingga mereka yang kecanduan tidak suka dengan hal yang menentang keinginan mereka bahkan saat akan tidur-atau kapanpun. Sebuah mainan yang cukup mahal, Nintendo berjanji menyingkirkan penghambat dalam anggaran mereka, serta toko-toko lokalnya yang telah menjual habis mendapat jatah liburan dari organisasi.

Tahun lalu adalah tahun yang baik bagi sang Ibu dan Ayah. Joshua menginginkan lebih banyak tokoh dan aksesoris mainan Master of the Universe. Biayanya bisa ditoleransi, dan mereka bisa membiarkan dia selama satu tahun bermain dengan imajinatifnya. Tentu saja, kengerian dari beberapa figur mainan itu menyebabkan mereka jadi gelisah.

Orang tua Heidi menghadapi dilema yang sama. Putri mereka berumur enam tahun meminta Rumah Impian Barbie-perabotan lengkap, tentu saja. “Mereka cocok bersama,” jelasnya, “dan semua orang memilikinya.”

Popularitas Barbie yang bertahan lama gagal memberikan perasaan cinta Heidi kepada orang tuanya. Mereka sering bertanya-tanya apakah sosok dari Barbie yang mencolok dengan pakaian ketat pada boneka itu memungkinkan mendorong nilai-nilai dan memutakhirkan ketidak konsisten harapan mereka bagi Heidi. Jenis pemikiran apa yang dibangun oleh simbol-simbol materialisme egois ini dan permasalahan gambaran tubuh yang mereka tanamkan dalam diri gadis-gadis muda di usia dini?

Jika Barbie adalah satu-satunya pemberi pesan berdasarkan gambar yang hedonistik lebih mecondongkan kepentingan diri, beberapa perhiasan lainnya hampir tidak akan menjadi masalah. Tapi kemerosotan pagan mengundang anak-anak di mana-mana. “cukup buang semua hambatan,” teriaknya, “dan biarkan sifat alami manusia memimpin jalannya. Ikuti perasaan mu. ”

Sangat sulit untuk mengajarkan pengendalian diri kepada anak-anak yang ingin memuaskan dirinya. Sekolah dan media sering menyatakan orang tua “orang jahat.” Kami, sebagai orang tua, tegas dan jelas merasakan kebingungan tentang nilai batasan dan menjauhkan pada pemikiran menjadi perusak kedamaian. Tapi, bagaimanapun kita harus tegas. Tuhan telah berkata kepada kita, orang tua, untuk melatih anak-anak kita untuk mengikuti jalan-Nya, dan kita tidak bisa berbalik sekarang. Juga, Dia berjanji untuk memampukan kita. Dibentengi dengan kebenaran, mari kita pastikan anak-anak kita memiliki mainan yang meningkatkan kemajuan mereka menuju kedewasaan kebaikan Allah.

 

Langkah Satu: Tingkatkan Kepedulian terhadap Kejahatan

Seorang ibu muda mengendarai mobil pick-up bersama dengan anak-anak—dua diantaranya dari gereja ibu tersebut—kemudian mengajukan pertanyaan ini: “Siapakah penguasa alam semesta”

He-Man!” Teriak suara bersamaan. Ibu tersebut bersedih karena anak-anak memuji idola mereka. Hatinya tenggelam lebih lanjut ketika salah satu anak laki-laki mengambil sosok jelek dari sakunya dan melambaikannya di udara. “Dan ini adalah Hordak,” teriaknya. “Dia yang jahat! Dia memusuhi He-Man! ”

Kegembiraan pada dewa-dewa palsu dan makhluk setan mungkin telah dimulai dengan penyihir menawan seperti Papa Smurf dan Rainbow Brite. Ketika orang menyambut hal ini tidak mengancam (dalam penampilan) tanda kekuatan gaib, mereka secara tidak sadar membuka pintu ke alam lain ke kegelapan okultisme juga.

Pada awalnya, kami orang tua menutup mata kita terhadap tren ini—Kami ini tidak ingin bereaksi berlebihan. Bahkan dalam komunitas gereja, berbicara tentang setan dan dunia yang gelap sering dianggap terlalu negatif atau berat tangan. Karena kami salah, yang semestinya kami tolak, kami secara bertahap beradaptasi dan kemudian menerima praktek-praktek ini. Sekarang saatnya menahan diri, mengambil posisi kami, dan berjuang untuk mendapatkan kembali kepedulian dan kebebasan kami. Bagaimana bisa kami melakukan ini?

Terus baca dan terapkan pelajaran Kitab Suci.

Bagikan pengamatan Anda.

Cara menyadarkan kesadaran anak muda perlu komentar seperti, “rakasa itu terlihat kotor!” atau “makhluk Itu mengingatkan saya pada ular,” dan juga “Apakah Anda tahu bahwa dalam Alkitab, ular selalu mewakili Setan dan kejahatan?”

Untuk mengungkapkan perasaan Anda terhadap anak,  berikan jawaban, “Siapa yang ingin melihat orang jahat? Aku bahkan tidak ingin melihat dia. Mari kita cari sesuatu yang membuat kita bersukacita dari dalam hati. ”

Buat model yang bijaksana dalam pengambilan keputusan. Katakan kepada anak Anda mengapa kita tidak membeli suatu hal barang tertentu.

Ketika seorang anak bertanya, ajukan pertanyaan yang penuh doa dan sesuaikan percakapan dengan usia anak Anda, seperti:

Apakah mainan (atau game) mengajarkanmu (tentang kekuasaan, tentang sihir, tentang Tuhan, tentang dirimu)? Diskusikan dengan jelas dan halus dengan anak Anda.

Pernahkah Anda melihat film, kartun, atau buku-buku komik yang membuat mainan (game) ini menjadi bagian dari suatu cerita? Cerita apa yang memberitahumu tentang hal itu? Apakah mainan (game) mengingatkanmu tentang seseorang yang menggunakan kekuatan sihir atau supranatural? Apakah seseorang berpura-pura menjadi Tuhan?

Apakah mengajarkan tentang kekerasan atau imoralitas dan apa konsekuensinya?

Apakah mainan memiliki simbol atau karakteristik yang mengasosiasikannya dengan sisi terang atau sisi gelap dari okultisme New Age?

Apapun yang indah, anggun, dan baik berasal dari Allah. Setan tidak dapat menghasilkan sesuatu yang baru. Semua yang ia dapat tawarkan adalah palsu, atau pandai memutar balikan karunia Allah.

 

Langkah Kedua: Dorong Anak Anda Untuk memilih Yang Baik

Kembangkan pola pikir berusaha yang terbaik, bukan hanya “IYA” saja. Anda telah mengenali dan menolak mainan yang buruk. Tapi sisanya belum tentu baik baik. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan ini untuk membantu anak Anda belajar memilih yang terbaik. Kalimat pertanyaan berikut sesuai dengan tingkat usia anak Anda.

  1. Apakah itu menyajikan gambaran yang benar tentang kehidupan? Bahkan waktu ketika orang dewasa mendasarkan hidup mereka pada mimpi palsu dan ilusi palsu, anak-anak kita perlu belajar mengatakan apa yang bersifat imajinatif dan apa yang nyata.
  1. Berapa lama kesukaannya bertahan? Tren mainan menyenangkan saat ini, menjadikan mereka mengasah selera untuk “mengikuti” benda, sehingga pusat pengambilan keputusan pada pertanyaan, “Apa yang akan membuat saya merasa senang sekarang?” menentukan untuk tidak melakukan kebohongan itu. Sayangnya, banyak perusahaan mainan berkualitas telah dibeli atau diperas oleh perusahaan besar yang dapat membayar harga tinggi untuk promosi televisi. Tingkat kepopuleran mainan mempersempit kepopuleran bagi mereka yang terlihat glamor (mempesona) pada layar kaca tv.
  1. Akankah mainan ini digunakan untuk bermain sendiri atau dengan orang lain? Seorang anak membutuhkan keseimbangan yang sehat untuk bermain dengan diri sendiri dan dengan sosial orang lain. Mainan yang baik akan membantunya berinteraksi baik dengan dunia imajiner dan dengan dunia nyata, mengharmonisasi keduanya. Hal ini mungkin membutuhkan beberapa interaksi. Mungkin Anda bisa setuju menemui mainan yang akan membantu Anda, orang tua, berpartisipasi dalam dunia imajiner anak Anda.
  1. Apakah itu membangun karakter yang saleh? Banyak mainan, hobi, dan permainan dilakukan. Meninjau dari prinsip-prinsip alkitabiah perlu disarankan untuk mengevaluasi film dan program televisi.

 

Langkah Ketiga: Latih Anak Anda Mengikuti Tuhan, Bukan Teman-temannya

Kita ingin anak-anak kita menjadi anak baik bagi  diri mereka sendiri, disukai oleh rekan-rekan mereka, dan tidak kehilangan masa yang menyenangkan. Tapi seperti yang kita sadari, apa yang teman-temannya populerkan atau senangi, kita perlu bertanya bagaimana anak-anak kita akan menghadapapi tekanan teman sebayanya, jika itu tidak baik. Bagaimana kita bisa mempersiapkan anak untuk membuat pilihan yang bijak?

Kontra tekanan teman sebaya. Anak-anak secara alami membandingkan kita dengan orang tua teman sebayanya, kemudian menantang kita untuk mencocokkan “kemurahan hati mereka.” Itu menyakitkan, karena kita ingin anak kita merasakan cinta kita juga. Kita melihat apa yang mereka tidak sadari: bahwa mendapatkan mainan yang mereka inginkan tidak akan membuat mereka merasa aman dalam kasih kita. Lebih memungkinkan lagi akan membawa kehendak mereka dan menjadikan ketidakpuasan. Juga, mengajarkan mereka untuk menyamakan cinta dengan hal-hal materi. Jika anak Anda sudah cukup besar, jelaskan proses ini padanya.

Diskusikan apakah “pamer” menjadi motif mereka karena ingin mainan. Mengikuti kata hati menghasilkan perbudakan dan meningkatnya ketidakamanan. Anak-anak maupun orang dewasa senang akan barang-barang mewah yang unggul, dan produsen mainan cepat diikuti.

Menjadi trend setter. Miliki ide yang berlimpah dan alat yang membantu anak Anda dan teman-temannya menggunakan imajinasi mereka dan mengembangkan permainan mereka sendiri: pakaian dress-up (toko barang bekas adalah sumber yang baik), kain untuk membuat boneka, potongan kayu untuk bangunan luar ruangan, kulkas karton untuk membuat rumah-rumahan, dll

Lihat ke Alkitab sebagai pedoman dan otoritas. Allah mengerti kehendak kita untuk mengikuti orang banyak; Dia merasakan perjuangan kita yang “di dalam” dunia tetapi tidak menjadi “bagiannya” (Yohanes 17: 16-18). Menurut usia yang matang, tinjau Roma 12: 1-2 bersama-sama dan kemudian diskusikan 3 Yohanes 11 dan Yudas ayat 18-20.

Menyangkal diri tampaknya terlihat aneh (jarang) di negara yang konsumtif ini yang suka memanjakan diri dan pemenuhan diri. Tapi Allah memerintahkan hal ini, dan Yesus menunjukkan hal itu. Beranikah kita menolak untuk mengakuinya? Berdasarkan pada usia anak Anda, diskusikan kata-kata Yesus dalam Matius 16: 24 dan kemudian biarkan Roh Kudus mengarahkan penerapan Anda.

Jangan salah paham. Lebih dari yang orang tua kita rasakan, Tuhan ingin anak-anak-Nya dilingkupi dan dipenuhi sukacita. Tapi  Dia tidak ingin krim puff memuaskan rasa lapar kita dan memalingkan kita dari kedagingan akan kebenaran. Disiplin diri menghasilkan jenis kedewasaan yang membawa kebahagiaan sejati selamanya, bukan hanya kejadian yang menyenangkan sekarang.

Bapa Surgawi kita, memodelkan pengasuhan yang lebih baik daripada kita, tidak sebatas pada permukaan saja. Dia tahu lebih baik untuk memenuhi kebutuhan kita dalam semua hal yang kita inginkan. Karena sama seperti kebanyakan anak-anak akan memilih soda diatas susu, dan keripik kentang diatas wortel, sehingga kita, sebagai orang dewasa, sering memilih yang mana yang tidak dapat memuaskan. Allah tidak ingin “ada yang menawan kita dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia” (Kolose 2: 8), untuk membentuk selera kita, memuaskan rasa lapar kita, dan mengganti yang terbaik.

Sulit untuk mengajarkan pengendalian diri kepada anak-anak yang selalu ingin dipenuhi permintaannya. Lebih ingin menyenangkan anak daripada bereaksi berlebihan, kita goyah di dalam pertimbangan yang harus terus menyensor keinginan, kesukaan, dan hasrat anak-anak kita. Otoritas orangtua tidak hanya secara cepat dan tepat untuk menyebarkan pandangan baru terhadap kesetaraan sosial yang  diajarkan melalui media dan sekolah-sekolah. Namun, kita harus mematuhi Allah. Dia telah mengatakan kepada kita untuk membesarkan anak-anak kita untuk memilih jalan-Nya, dan kita harus bangkit pada kesempatan ini, berjuang memihak yang baik, dan tidak menyusut kembali.

Setelah mendengar peringatan Allah dan berdoa memohon hikmat-Nya, Alan Brannan yang berumur sembilan tahun memutuskan untuk membuang semua kartu Pokemon nya. “Teman saya melakukan hal yang sama,” kata ibunya. “Putranya berusia dua belas tahun telah mengalami mimpi buruk. Tapi setelah diskusi dengan orang tuanya tentang permainan dan simbol-simbolnya, anaknya diberi sanksi dengan membakar kartu dan menyerahkan permainan Game Boy nya. Dan malam itu merupakan malam yang nyenyak untuk pertama kalinya selama satu bulan. ”

“Tampaknya kartu ini menunjukkan kepada kita mempunyai semacam kuasa,” lanjut Dianna Brannan. “Seorang anak lain juga berusia sembilan tahun telah mencuri uang dari dompet ibunya ($7 dollar) untuk membeli lebih banyak kartu. Ketika ditanya, dia mengaku dan mengatakan ia telah mendengar iblis mendesak dia untuk melakukannya. Keluarganya cepat berkumpul untuk berdoa, kemudian melihat jawaban Tuhan. Baik anak itu dan adik perempuannya membakar kartu mereka, memperingatkan teman-teman mereka, dan menemukan sukacita dan kebebasan yang hanya berasal dari tuntunan Gembala mereka.”

Latihlah Anak Menyukai Kebaikan Daripada Kejahatan

Jangan bermain-main dengan okultisme! Papan Ouija selalu mengundang penindasan, dan jauh lebih memungkinkan untuk mendatangkan “roh” yang tidak diinginkan pada jaman ini. Begitu pula dengan generasi baru dari game dan DVD okultisme juga.

Saya menyadari perubahan ini kembali di tahun sembilan puluhan ketika seorang psikolog Kanada menelepon saya. Dia telah membaca buku saya Under the Spell of Mother Earth dan ingin berbagi beberapa pengamatan dengan saya. Dalam beberapa tahun terakhir, dia berkata, banyak wanita akan datang menuju ke pemandangan indah Alberta untuk melakukan suatu kebiasaan orang Amerika “Pencarian Roh” dalam mencari kepribadian mereka “roh binatang.” Sedikit berhasil. Tapi zaman telah berubah, dan “roh” yang kini menjawab panggilan itu begitu banyak sekali serta menindas. Pengobatan dari gejala yang mengerikan ini karena “beberapa gangguan kepribadian” tidak membantu sama sekali.

Kepopuleran okultisme menyebar cepat, dan “roh dunia” telah menjadi semakin lebih mudah diakses. Tapi beberapa keluarga dipersenjatai untuk menolaknya. Gereja-gereja kontemporer menawarkan sedikit bantuan. Kebanyakan mengabaikan bahaya atau mendukung yang “menyenangkan.” Untuk menghindari pelanggaran, kata kejahatan dijauhkan dari kosa kata mereka.

Para korban utama dari kebutaan ini berakhir pada anak-anak kita. Kecuali kita mengajarkan mereka untuk mengenali dan menolak bahaya ini, banyak orang akan datang untuk merangkul kegelapan.

Mereka yang mencintai dan mengikuti Tuhan akan ditolak oleh mitos gaib. Dan orang-orang yang mencintai okultisme populer saat ini akan berjalan dari kebenaran Allah yang tidak berubah dan batas-batas yang bijaksana dan penuh kasih. Karena jika kita dipenuhi dengan Roh-Nya dan mengikuti jalan-Nya, kita akan—beroleh hidup-Nya dalam diri kita “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” (Roma 12: 9).

 

Dunia merasa jijik ketika mendengar kebenaran ini karena khayalan dan fantasinya yang terlalu menarik. Itu sebabnya orang mencari semua jenis argumen untuk membenarkan kasih mereka yang salah arah.

Untuk mempersiapkan anak Anda dalam pertempuran sehari-hari terhadap roh palsu yang menggoda, pertimbangkan tiga pokok ini dari kebenaran penting:

Perlindungan Allah-Enam kebenaran ini memaparkan dan menentang penipuan yang paling populer saat ini. Bahkan lebih penting, mereka menunjukkan kepada kita jalan untuk hubungan intim dengan Tuhan.

Doa Bapa Kami—Kebenaran ini bersama dalam baju besi Allah dan melayani tujuan yang sama.

Ucapan Bahagia-Ucapan Yesus dicatat dalam Matius 5, menunjukkan kepada kita sebuah standar kekudusan yang jauh lebih tinggi dari yang kita dapat capai, tetapi itu datang dengan janji yang—oleh hidup-Nya di dalam kita—Dia akan membuat kita semua suci, Dia bermaksud kita untuk menjadi kudus. Hal ini berakhir dengan peringatan bahwa mereka yang mengikuti Yesus juga akan bersaksi dalam penderitaan-Nya. Oleh karena itu, anak-anak kita perlu dipersiapkan ketika penganiayaan datang. Iman tanpa kompromi dan kebenaran Allah yang tidak berubah menjadi tidak bertahan di masa pascamodern saat ini.

http://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=18658


Leave a Reply

Pencarian

Kategori