APAKAH CATATAN KAKI DALAM SEJARAH?

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Amazingfacts.id: Catatan kaki adalah catatan referensi yang biasanya ditempatkan di bagian bawah halaman cetak. Namun, catatan kaki juga dapat menjelaskan tentang seseorang atau peristiwa yang dianggap tidak terlalu penting.

Kota Di Asia Kecil

Tetapi mari kita mulai dengan apa yang kita ketahui: Gayus ini bersama Paulus di Efesus, sebuah kota di mana sang rasul melayani selama tiga tahun. Memang, Efesus lebih dari sekadar “kota”, Efesus adalah salah satu dari tujuh kota di Asia Kecil di mana agama Kristen yang baru lahir telah berakar, sehingga para petobat dan pengaruhnya berdampak pada bisnis penyembahan berhala setempat.

Penginjilan Sang Rasul

Di Efesus, banyak orang yang kehilangan minat untuk berdoa kepada dewi Diana; khotbah Paulus memalingkan orang-orang dari penyembahan berhala, bahkan sama berpengaruhnya dengan pemujaan terhadap Diana di tempat itu dan pada waktu itu.

Sebagai rekan Paulus dalam perjalanan itu, Gayus tentu saja membagikan kesaksiannya dan berbicara dengan orang-orang yang kemungkinan besar meninggalkan cara-cara penyembahan berhala mereka dan memilih untuk menyembah Allah yang benar.

Dan Gayus ini adalah seorang Makedonia, dari daerah yang makmur di dataran Tesalonika di Yunani, sebuah daerah yang terkenal dengan kayu dan logam mulia. Meskipun orang-orang Kristen di Makedonia pada saat itu sedang mengalami kesusahan, Gayus berasal dari daerah yang makmur dan, dapat dibayangkan, berbudaya.

Pertobatan Gayus

Ada kemungkinan ia bertobat di bawah pengajaran Paulus. Bayangkan jika sang rasul yang agung itu memberikan pelajaran Alkitab kepada Anda!

Sekarang Gayus berada di Efesus, menghadapi situasi yang berbahaya. Kepala dingin menang dan Aristarkhus serta Gayus dibebaskan dari tahanan, tanpa cedera. Paulus, setelah menghindari kerumunan massa, meninggalkan Efesus menuju Makedonia.

Kita tidak mengetahui lebih banyak tentang Pak Gayus ini, tetapi apa yang diketahui seharusnya dapat menguatkan orang-orang percaya saat ini. Ia menemukan iman, mempertaruhkan hidupnya bersama Paulus, dan memberanikan diri untuk membagikan kabar baik kepada orang lain, tanpa memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkannya.

Saat ini, masih ada orang-orang yang perlu mendengar Injil. Bersediakah Anda menjadi catatan kaki dalam sejarah penginjilan Injil?

Renungkanlah: Pernahkah Anda membagikan Injil di tempat yang tidak populer? Paulus mengingatkan Timotius, “Setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Timotius 3:12).

Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. Kisah Para Rasul 19:29.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *