APAKAH KITA HARUS MEMPERTAHANKAN TRADISI GEREJA?

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Kata Yunani yang diterjemahkan “tradisi” adalah paradoseis, yang berarti “sesuatu yang diberikan” atau “diturunkan”. Ada banyak tradisi yang didasarkan pada kebiasaan atau teori yang salah; hal ini ditolak Alkitab karena bertentangan dengan kebenaran Allah. Yesus pernah berkata, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya” (Matius 15:13).

Rasul Paulus membuat perbedaan tentang berbagai jenis tradisi. Dia menulis kepada gereja di Kolose, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kolose 2: 8. Tidak semua tradisi itu sama.

Tradisi dalam 2 Tesalonika 2:15 adalah yang dipesankan oleh Kristus dan para rasul. Paulus tidak mendukung semua tradisi. Dia mengajari kita untuk “berpegang teguh” pada tradisi yang telah diterima gereja “secara lisan maupun secara tertulis.” Ini hanya mencakup ajaran atau tulisan yang diilhami yang berasal dari mereka yang telah menerima pesan dari Kristus yang melayani gereja-gereja pada waktu itu.

Karena ada begitu banyak guru palsu di sekitarnya yang meracuni pikiran orang, rasul Paulus bersusah payah menjelaskan bahwa tidak semua tradisi atau ajaran itu baik. Dia pernah berkata kepada gereja di Galatia, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Galatia 1: 8).

Hanya karena seseorang berkata, “Tetapi gereja berkata” atau “Pendeta saya berkata,” itu tidak berarti kebenaran. Memang ada tradisi yang baik, tetapi jika itu bertentangan dengan Alkitab, itu harus dikesampingkan. Yesus pernah bertanya, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46). Beberapa masalah cukup kecil, tetapi jika menyangkut masalah doktrin yang prinsipil, lebih baik berpatokan sesuai cara Yesus: “Beginilah firman Tuhan.”

Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 2 Tesalonika 2:15.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *