Berdirilah teguh

BERDIRILAH TEGUH, JANGAN GOYAH

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Kemenangan dalam Pertempuran
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. I Korintus 15:58

Mereka yang berdiri untuk mempertahankan kebenaran Allah, dan berusaha mencapai kebenaran yang suci dengan risiko apa pun, akan menghadapi pencobaan yang berlipat ganda sebagaimana yang dialami oleh Juruselamat kita di padang belantara. Perangai yang mudah dipengaruhi, yang tidak mempunyai keberanian untuk menyatakan yang salah, tetapi tetap berdiam diri bilamana pengaruh mereka diperlukan untuk berdiri membela kebenaran menentang setiap penindasan, yang boleh menghindarkan banyak sakit hati dan melenyapkan banyak kebingungan, akan kehilangan pahala yang berlimpah-limpah kalau bukan nyawanya.

Mereka yang sesuai dengan Allah, dan melalui iman di dalam Dia, menerima kekuatan untuk menolak yang salah, dan berdiri membela yang benar, selalu akan menghadapi pergumulan yang keras dan sering harus berdiri hampir selamanya sendirian. Tetapi mereka akan memperoleh kemenangan yang berharga bilamana mereka menjadikan Allah sebagai benteng pertahanan. Kasih karuniaNya akan menjadi kekuatan mereka. Perasaan moral mereka akan menjadi tajam, jelas dan peka. Kuasa akhlak mereka akan dapat mengimbangi pengaruh-pengaruh yang salah. Ketulusan hati mereka adalah tabiat yang paling bersih, sama seperti yang dimiliki oleh Musa.

Hal itu menuntut keberanian akhlak untuk melakukan pekerjaan Tuhan dengan tetap tabah. Mereka yang melakukan hal ini tidak akan memberikan tempat kepada cinta akan diri, mementingkan diri sendiri, ambisi, suka akan kepelisiran, atau keinginan untuk meninggalkan salib …. Akankah kita menurut suara Tuhan, atau maukah kita mendengar suara yang sesungguhnya dari si jahat, dan terbuai sehingga terlena dengan pulas di saat kita telah berada pada senja kenyataan-kenyataan abadi?

Juruselamat kita rindu menyelamatkan orang-orang muda. . . . Ia sedang menunggu untuk memasang mahkota kehidupan di kepala mereka dan mendengar suara mereka yang riang gembira bersatu dalam menyatakan hormat dan pujian, dan memuliakan Allah dan Anak Domba dalam nyanyian kemenangan yang akan bergema berulang-ulang di istana sorga.

Hidupku Kini, hlm. 322


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.