Berita Palsu dan Kristus Palsu

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini

Seiring akan berlangsungnya pemilu pada bulan Juni, Amerika Serikat telah meminta kepada Facebook untuk mulai tegas menelusuri masalah “berita palsu” yang telah mempengaruhi pemilu Amerika Serikat di bulan November 2016 lalu.

Beberapa usaha terbaru dalam meningkatkan kewaspadaan, Facebook telah mempublikasikan iklan-iklan dalam surat kabar terkemuka, menyediakan tips untuk menemukan berita palsu. Sebagai usaha lanjutan, Facebook menempatkan beberapa metode lainnya untuk mengenali dan menghapus berita palsu dari halaman utama pengguna. Termasuk juga mengandalkan pihak ketiga pengecek fakta. Berdasarkan Simon Milner, direktur kebijakan Facebook Inggris, “Orang mau melihat berita yang akurat di Facebook—begitu juga kita”.

Pertanyaan muncul, bagaimanapunjuga: siapa atau apa yang dapat menentukan berita yang pasti adalah fakta?

Sementara berita palsu menjadi topik utama belakangan ini, dunia kita telah diserang oleh kebohongan sejak mulanya. Kitab Wahyu memberi tahu kita bahwa iblis telah dibuang dari surga dan turun ke dunia sebagai penipu(penyesat). Pekerjaan duniawinya dimulai di Eden, dan dia terus melanjutkan menyebarkan berita palsu mengenai Tuhan kepada seluruh dunia. Setan juga bekerja untuk memalsukan setiap pemberian Tuhan kepada manusia, termasuk Sabat.

Tidaklah mengejutkan ketika Yesus memperingatkan murid-murid bahwa di akhir zaman, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Matius 24:24). Bagaimana kita dapat mengenali yang palsu dibandingkan yang asli, yang tiruan dibandingkan dengan yang orisinil?

Untuk menemukan jalan melalui teka-teki informasi dan berujung kepada kebenaran, kita harus bergantung kepada Alkitab sebagai panduan kita yang pasti. Sebagaimana kita mempelajari Firman Tuhan, Dia telah berjanji untuk memimpin kita kedalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13) dan menyanggupkan kita untuk mengetahui kesalahan dan memilih jalur yang benar untuk hidup kita.

 


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.