CINTA YANG TAK MELEPASKAN

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Setelah enam anak itik kecilnya tersapu arus badai ke saluran air di Inggris, seekor induk bebek berjalan dua mil jauhnya untuk melacak anaknya melalui kicauan mereka dari lubang got ke lubang got.

Terperangkap dalam terowongan gelap di sistem saluran pembuangan bawah tanah kota dan terus mengambang terbawa arus, satu-satunya harapan bebek bebek kecil itu adalah pada induk mereka. Mendengar kicauan sedih mereka yang berasal dari suatu tempat di bawah tanah, ibu yang berdedikasi ini mengikuti tangisan mereka. Perjalanan heroiknya membawanya melintasi persimpangan yang sibuk, jalan yang tak terhitung jumlahnya, jalur kereta bawah tanah, perumahan, dan dua lapangan bermain sekolah. Ketika anak-anaknya tiba-tiba berhenti di sebuah bangunan perumahan, induk bebek ini terhuyung-huyung berhenti di atas penutup saluran air. Dan di sana, selama empat jam berikutnya, induk yang setia itu tetap berdiam.

Peter Elliott pertama kali memperhatikan bebek itu pada pukul 6:00 pagi ketika dia hendak meninggalkan rumahnya untuk berlari. Terkejut melihat bebek ini tidak bergerak ketika dia kembali, dia lalu mendekati bebek untuk melihat apakah dia terluka. Melihat tidak ada luka, dia kemudian pergi untuk sarapan, namun dia melihat bebek masih duduk di sana ketika selesai makan. Baru kemudian, ketika putrinya membawa cucunya yang berusia dua tahun untuk melihat bebek ini, mereka mendengar suara-suara kecil anak bebek di bawah penutup saluran air ini.

Pak Elliot dengan cepat mengumpulkan beberapa alat dan, bersama seorang tetangga, berhasil melepaskan penutup yang berat itu. Mengintip ke bawah, mereka melihat enam bebek kecil sedang mengayuh di bawah sana. Dengan jaring ikan kecil, mereka mengangkat setiap anak bebek kecil ini ke tempat yang aman dan kemudian melepaskan keluarga yang bersatu kembali ini di danau terdekat.

Sama seperti ibu bebek yang setia itu, Bapa surgawi kita tidak akan pernah meninggalkan kita. Meskipun kita mungkin tersesat, hatiNya yang penuh kasih tetap mengejar kita. Dia selalu ada, mencari setiap kesempatan untuk bersatu kembali dengan kita. Bahkan ketika umat pilihan-Nya telah menghancurkan hati-Nya oleh jalan mereka yang menyimpang, Dia memohon, “Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat” (Zakharia 1:4). Catatan yang menyedihkan adalah bahwa “mereka tidak mendengar atau mengindahkan.” Jadi hari ini, “jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu” (Ibrani 4:7). Anda berharga di mata-Nya.

Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya. Zakharia 2:8.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *