Dalam Dunia yang Bergejolak-Berdoa!

Blog AFI

Kekerasan yang terjadi di Yerusalem baru-baru ini telah menyebabkan akses terbatas ke beberapa area penting di Kota Tua termasuk salah satu area tersuci umat Muslim , Masjid Al-Aqsa. Di tengah konflik, Nidal Aboud, seorang Kristen Palestina, baru-baru ini menjadi pemberitaan internasional dengan menunjukkan solidaritasnya kepada para umat Muslim pada saaat melaksanakan sholat Jumat.

Dia berkata, “Saya meminta izin kepada teman-teman Muslim saya untuk berdoa diantara mereka. Mereka meminta saya untuk berdiri disamping mereka.” Bergabung dengan mereka sambil memegang Alkitab ditangannya, Aboud menunjukkan kepada semua orang, kedamaian yang ingin dia lihat di dunia yang penuh dengan kekerasan yang terus meningkat.

Meningkatnya konflik di seluruh dunia adalah petunjuk bahwa kita sudah menuju zaman akhir seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya. Di tengah kekacauan ini, kita dapat menemukan harapan di dalam Firman Tuhan, “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah” (Matius 24:6). Sebagai pengikut Tuhan, Tuhan meneladankan pada kita untuk berdoa agar kehendak-Nya yang jadi (Lukas 11:2). Keinginan-Nya adalah anak-anak-Nya dapat terselamatkan dari tipu muslihat iblis. Sebagai murid-murid-Nya, kita memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan di dunia kita melalui doa dan Firman yang tertulis di Alkitab.

Dalam menyelesaikan misi pekabaran kebenaran Firman Tuhan di dunia, Yesus berkata, “Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya a mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Matius 9:38). Dan dalam doa Yesus kepada pengikut-Nya, Ia berdoa “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yohanes 17:15).

Yesus juga menyuruh kita untuk berdoa bagi diri kita karena bahaya dan khayal-khayal pada hari terakhir akan menggoda kita untuk berpaling dari iman kita. “ Berjaga-jagalah dan berdoa, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Matius 26:41).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *