Enam Cara Mendapatkan Lebih dari Sebuah Khotbah

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini

6 cara mendapatkan lebih dari sebuah khotbahApakah Anda pernah bermain ski air di gereja? Bagaimana dengan belanja untuk membeli furniture baru?

Tentu saja Anda belum pernah benar-benar melakukan semuanya ini pada saat kebaktian atau ibadah—tetapi adalah mungkin untuk secara fisik duduk di bangku gereja tetapi secara mental tetap pikiran kita tidak ada di kebaktian tersebut. Anda bisa saja menyanyikan lagu hymnal sementara memikirkan tentang liburan di Hawaii. Anda bisa saja mendekat kepada Tuhan melalui perkataan Anda sementara hati Anda jauh daripada Tuhan (Matius 15:8). Tetapi Tuhan rindu untuk bertemu Anda pada hari Sabat dan berbicara kepada Anda melalui kebaktian.

“Tetapi” Anda mungkin beralasan, “Kamu tidak sadar betapa sulitnya bagi saya untuk memperhatikan! Saya bekerja dengan keras sepanjang minggu, dan saya lelah!” Dan beberapa orang mungkin berkata, “Kamu belum mendengar pendeta saya. Terkadang khotbahnya bisa membosankan!” Sungguh benar, akan selalu ada ruang bagi orang lain untuk berkembang menjadi lebih baik lagi, tetapi ada beberapa langkah yang bisa kita ambil untuk menolong “kita” menerima berkat dari kebanyakan kebaktian atau khotbah. Berikut adalah enam gagasan untuk membantu Anda supaya bisa mendapatkan lebih banyak pelajaran dari setiap khotbah …

  1. Siapkan hati Anda. Ketika Anda memasuki bait suci (kaabah/rumah Tuhan), ambilah waktu sejenak untuk berdoa dan meminta Tuhan untuk memberkati Anda selama kebaktian. Minta kepada Tuhan untuk menyucikan pikiran Anda dari semua gangguan. Berdoalah supaya tidak ada apapun dalam hati Anda yang akan menghalangi antara Anda dan pekabaran Tuhan. (Matius 15:8).
  2. Membuang kebencian. Kadang-kadang ada akar-akar dosa yang menghalangi Tuhan untuk berbicara kepada kita pada saat kebaktian. Yesus berkata, “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” (Matius 5:23-24).
  3. Berharaplah Tuhan akan berbicara kepada Anda. Adalah mudah untuk “melempar garpu” pada sebuah khotbah. “Saya tahu siapa yang benar-benar membutuhkan pekabaran ini!” Kita seringkali melontarkan pemikiran pendeta kepada orang lain, tetapi jangan berhenti untuk mencaritahu apa yang ingin Tuhan katakan kepada kita sendiri secara pribadi. Berdoalah kepada Tuhan untuk membantu Anda menemukan sesuatu yang bisa diaplikasikan kedalam kehidupan kita sendiri. Dan berdoalah bagi pembicara juga.
  4. Bukalah Alkitab Anda. Tidak ada buku lain seperti Alkitab. Buku ini berbeda dengan buku text matematika Anda, berbeda dengan direktori telepon Anda, atau bahkan dengan sebuah novel yang sederhana. Firman Tuhan adalah hidup dan aktif, dan kita harus percaya bahwa ketika kita membuka Alkitab kita dan membaca dari buku Tuhan, akan ada sesuatu yang mengubahkan akan terjadi di dalam hidup kita.
  5. Membuat Catatan. Kadang-kadang para pendeta menyediakan skema khotbah supaya Anda bisa mengambil catatan. Jika tidak, cobalah untuk menuliskan bagian-bagian penting dan poin utama dari khotbah tersebut. Catatan ini bisa digunakan sebagai referensi yang bisa Anda lihat nanti untuk mengembangkan pengertian Anda mengenai sebuah ayat. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Apakah yang menjadi kata kunci dari khotbah ini? Apakah yang menjadi poin utama? Apakah bagian-bagian pentingnya? Bagaimana semua ini bisa diaplikasikan kedalam hidup saya?”
  6. Bersiap sedialah setiap hari. Setiap hari sediakan waktu khusus pribadi bersama Tuhan untuk belajar Alkitab dan berdoa. Beberapa orang mengharapkan Tuhan untuk hanya berbicara kepada mereka melalui khotbah sekali seminggu. Tetapi jika kita tidak mengembangkan kecintaan akan hal-hal spiritual selama satu minggu itu dan menghabiskan seluruh waktu kita hanya untuk menonton TV (entertaiment) atau bermain video game, maka kita tidak akan mempunyai keinginan untuk hal-hal spiritual pada hari Sabat.

Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.