JALAN ZAMAN DULU

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Sistem transportasi paling maju di Amerika Selatan pra-Columbus adalah sistem jalan raya Inca. Bahkan tanpa kuda atau kendaraan beroda, jaringan jalan sepanjang 25.000 mil merupakan jaringan transportasi yang hanya dapat disaingi oleh jaringan transportasi Romawi. Jalan-jalan ini menghubungkan semua bagian dunia dan memungkinkan komunikasi yang cepat. Pelari terlatih, bekerja dalam estafet, menempuh jarak hingga 250 mil per hari di jalan. Ada rute pantai dan rute pedalaman yang membentang ke utara dan selatan dengan banyak jalan penghubung. Itu mencakup sekitar 1,2 juta mil persegi wilayah.

Jalan Inca menciptakan rute yang cepat dan andal untuk komunikasi militer dan sipil kekaisaran. Prajurit, porter, dan karavan llama adalah pengguna utama. Yang lain memerlukan izin, dan biaya tol dibebaskan di beberapa jembatan. Lebar jalan antara tiga dan 13 kaki, dengan beberapa bagian mencapai lebar 16 kaki. Sebenarnya, sebagian besar jalan tersebut merupakan perbaikan dari peradaban sebelumnya, Kerajaan Wari. Di pegunungan Andes yang curam, tangga raksasa dibangun. Rute utama sepanjang 3.700 mil membentang dari Quito, Ekuador, di utara melewati Santiago, Chili, di selatan.

Kekaisaran Romawi kuno juga menggunakan jalan untuk membantu mereka menaklukkan dunia. Pada puncak kekuasaannya, Kekaisaran Romawi memiliki sistem jalan sepanjang 50.000 mil yang terdiri dari 29 jalan raya yang memencar dari kota Roma, dan jaringan jalan yang mencakup setiap provinsi penting yang ditaklukkan. Jalan-jalan Romawi setebal tiga sampai empat kaki dan terdiri dari tiga lapis batu mulai dari yang besar hingga kerikil yang satukan dengan material semacam ‘semen’, lalu bagian atas ditutup dengan balok batu yang dipasang pas menurut ukuran. Menurut hukum Romawi, hak penggunaan jalan adalah milik semua orang, tetapi pemeliharaan jalan raya adalah tanggung jawab penduduk distrik yang dilalui jalan tersebut.

Tuhan meminta orang Israel untuk menunjuk tiga kota perlindungan bagi orang-orang yang secara tidak sengaja membunuh seseorang. Pembunuh itu dapat melarikan diri ke salah satu kota ini dan menemukan keselamatan, hanya jika dia tidak terbukti bersalah. Instruksi diberikan untuk membangun jalan raya ke kota-kota ini. Yesus Kristus juga datang untuk menyediakan jalan ke surga. Pembangunan jalan ini mengorbankan nyawa-Nya. Meskipun kita semua sudah berbuat dosa, Dia menawarkan pengampunan dan keselamatan ketika kita mengakui dosa-dosa kita dan meminta Dia untuk mengampuni kita.

Engkau harus menetapkan jauhnya jalan, dan membagi dalam tiga bagian wilayah negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, untuk dimiliki olehmu, supaya setiap pembunuh dapat melarikan diri ke sana. Ulangan 19:3.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *