Kehidupan Baru

KEHIDUPAN BARU DI DALAM KRISTUS!

Featured Hidup Baru
Mari bagikan artikel ini

Kowan terbangun karena gedoran keras di pintu.

“Kowan! Biarkan aku masuk!” teriak saudaranya, dengan suara yang putus asa.

Membuka matanya, Kowan melihat sekelilingnya dengan samar-samar. Perlahan-lahan, ia teringat akan minuman keras itu, mencari kamar mandi, dan jatuh sakit. Apakah ia pingsan di lantai ini?

Dentuman itu terus berlanjut. “Kowan, apakah kau masih hidup? Buka!”

Kowan terhuyung-huyung berdiri dan membuka pintu. Sekali melihat wajah ketakutan kakaknya meyakinkannya—ia harus mengubah hidupnya.

Amazing Facts dan Anda akan segera memainkan peran yang tidak terpisahkan dalam proses tersebut.

Kesaksian Seorang Anak

Kowan dan keempat saudaranya dibesarkan di sebuah rumah tangga yang rusak di mana ayah mereka menggunakan narkoba dan alkohol secara bebas—bahkan memperkenalkan berbagai zat kepada anak-anaknya. Meskipun orang tua Kowan bercerai ketika dia baru berusia 9 tahun, teladan buruk ayahnya telah berdampak kepadanya.

Pada usia 10 tahun, Kowan mulai merokok dengan seorang teman yang adalah tetangganya. Pada ulang tahunnya yang ke-12, saudaranya memperkenalkannya pada ganja. Dia mulai meminum minuman keras pada usia 13 tahun. Semakin bertambah usianya, dia menjadi sembrono. Dia mabuk di depan umum pada beberapa kesempatan dan akan menghisap ganja saat mengendarai sepedanya di jalan. Dia tidak peduli siapa yang melihatnya.

Namun, ada pengaruh positif dalam hidupnya. Kowan ingat menghadiri gereja saat masih kecil selama hampir dua tahun dengan seorang teman bernama Nick. Jadi, ketika dia tersadar di kamar mandi pada usia 22 tahun, dia tahu bahwa Tuhan adalah satu-satunya jawaban atas masalah dalam hidupnya.

Dibaptis dan Memiliki Kehidupan Baru

Beberapa hari kemudian, Kowan mengambil sebuah Alkitab dan mulai membaca Perjanjian Baru. Sebuah bagian tentang baptisan sangat mengesankan dirinya. “Itulah yang saya butuhkan,” pikirnya. Karena tidak mengerti cara yang benar yang biasa dilakukan, Kowan mengumpulkan sebuah mangkuk besar dan sebuah kendi berisi air. Ia keluar ke geladak, bersandar di atas mangkuk, dan memegang kendi di atas kepalanya.

Dengan mengulangi kata-kata Alkitab, ia berkata dengan lantang, “Aku membaptiskan engkau—yah, aku —dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.” Saat air dari kendi memercik ke atas kepalanya, ia merasakan kesan yang tiba-tiba. “Kowan, ini tidak benar. Kau harus dibaptis oleh orang lain!”

Kowan tidak jera. Ia segera mencari gereja non-denominasi lokal dan segera dibaptis oleh pendeta— dengan cara yang benar! Saat ia keluar dari air, ia merasa luar biasa. “Kasih Yesus memenuhi seluruh ruangan,” tulisnya. Dia tidak pernah menggunakan alkohol atau obat-obatan setelah itu dan memiliki kehidupan baru.

Bertumbuh di dalam Kristus

Tiga bulan setelah pembaptisannya, Kowan sedang mencari saluran televisi ketika ia menemukan sebuah program Amazing Facts. Saat ia menonton, ia belajar kebenaran baru yang luar biasa. Sepanjang hidupnya, ia percaya bahwa kematian hanyalah akhir dari segalanya, tetapi sekarang ia belajar tentang surga dan neraka. Dia merasa lega mengetahui kebenaran tentang akhirat dan keadaan orang mati.

“Hari Sabat adalah pencerahan besar,” kata Kowan. Meskipun ada sesuatu yang berubah dalam pikirannya saat dia mendengarkan, dia tidak langsung mempraktikkannya. Lagipula, setiap orang Kristen yang pernah dikenalnya memelihara hari Minggu. Tetapi Roh Kudus terus bekerja bersamanya, dan akhirnya, Kowan yakin bahwa ia perlu mengubah jadwal kerjanya untuk mengakomodasi hari Sabat.

“Ini adalah sebuah perjuangan,” katanya, “karena para atasan lebih menyukai seseorang yang mau bekerja dengan jadwal apa pun.” Namun demikian, pengetahuan barunya sepadan dengan perjuangannya. “Saya pertama kali membaca Sepuluh Perintah Tuhan ketika saya berusia 10 tahun,” kata Kowan. “Tetapi saya tidak memahaminya. Sekarang saya mengerti. Pastor Doug mengajarkan saya bahwa berjalan bersama Tuhan adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Hari demi hari, kita tunduk kepada Yesus, dan kita diubahkan dengan melihat Dia.”

Sebuah Pesan untuk Dibagikan

Pada tahun 2010, Kowan sedang menulis cerita fiksi di komputernya. Saat ia menulis, kata-kata mengejutkan muncul di kepalanya: “Surga adalah tempat peristirahatan dari korban penebusan, yaitu darah Kristus.” Dia menyadari bahwa alih-alih menghabiskan waktunya untuk cerita-cerita ajaib, dia memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dikatakan. Sejak saat itu, ia telah merekam wawasan spiritualnya, yang ia bagikan sebagai kesaksian kepada teman-teman dan kenalannya. “Jika Anda tidak yakin atau bergumul,” Kowan berbagi, “teruslah berdoa. Tetaplah percaya. Teruslah membaca Firman. Anda akan menemukan Tuhan ketika Anda mencari Dia dengan segenap hati Anda—jadi jangan menyerah!”

Dukungan Anda yang terus-menerus memungkinkan Amazing Facts untuk terus berbagi Firman Tuhan dengan banyak orang lain yang sedang bergumul dan mencari kebenaran. Melalui kesaksian Anda, kehidupan diubahkan setiap hari!

 


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.