PEMBERIAN YESUS YANG PALING BERHARGA

Belajar Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Oleh Helmut Haubeil

Permohonan istimewa dari Yesus: mintalah Roh Kudus

Ada ayat khusus di dalam Alkitab di mana Yesus sungguh-sungguh mengajak kita untuk meminta Roh Kudus. Tidak ada ayat lain di dalam Alkitab yang saya tahu di mana Yesus dengan penuh kasih mendesak kita untuk perhatikan. Ayat-ayat ini terdapat dalam pelajaran-Nya tentang berdoa yang tertulis dalam Lukas 11. Di sini Dia membuat penekanan sepuluh kali agar kita meminta Roh Kudus. Lukas 11:9-13:

“Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak- anakmu, apalagi Bapamu yang disorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya!” (Lukas  11:9-13 )

Dalam beberapa ayat ini Yesus menggunakan kata kerja “minta” lima kali; kemudian Dia menggantikan kata “minta” dan menekankannya dengan kata “cari” dua kali — sebuah tindakan — dan dua kali dengan kata “ketok”— juga merupakan sebuah kata kerja. Bukankah Dia dengan jelas menyatakan kepada kita bahwa kita harus bertindak untuk memperoleh kepenuhan Roh Kudus? Kata “minta” terakhir digunakan dalam bentuk kata kerja berkelanjutan dalam tata bahasa Yunani. Ini berarti bahwa kita tidak meminta hanya satu kali, tetapi secara terus-menerus. Di sini Yesus bukan hanya menyatakan ‘meminta’ sebagai sesuatu yang sangat penting, tetapi juga mengharapkan kita untuk melakukannya terus menerus. Tentunya Dia juga ingin membangkitkan kerinduan kita untuk memperoleh Roh Kudus dengan panggilan ini. Panggilan yang mendesak ini menunjukkan keyakinan Yesus bahwa kita akan kehilangan sesuatu yang sangat penting jika kita tidak secara terus-menerus meminta kecurahan Roh Kudus. Dia jelas mengarahkan perhatian kita kepada fakta bahwa kita benar-benar membutuhkan Roh Kudus. Dengan cara ini Dia ingin agar kita secara terus menerus menerima berkat yang limpah dari Roh Kudus.

Kepenuhan Roh tidak berarti bahwa kita memiliki semakin banyak Dia secara kuantiatif, namun tetapi lebih kepada Roh yang memiliki lebih banyak dari kita. Paulus memerintahkan semua orang percaya [dalam Efesus 5:18] untuk terus dipenuhi dengan Roh. Ini adalah keadaan normal seorang Kristen—satu baptisan tetapi banyak kepenuhan.”

Mengomentari bagian akhir dari Efesus 5:18, Johannes Mager mengatakan: “Seorang Kristen tidak diisi seperti bejana sekali untuk selamanya, tetapi harus harus terus menerus diisi. Oleh karena itu, kalimat [Efesus 5:18] juga dapat juga dapat diterjemahkan dengan cara ini. ‘Hendaklah dirimu senantiasa dipenuhi dengan  selalu baru oleh Roh Kudus.’ Kepenuhan Roh Kudus, yang diberikan kepada kita dalam baptisan, dapat dapat hilang jika karunia kelimpahan yang diberikan tidak dipertahankan. Jika itu telah hilang, kehadiran Roh Kudus dapat diterima kembali. Kepenuhan itu harus diperbaharui sehingga Roh Kudus dapat memenuhi semua bidang kehidupan kita, dan dengan demikian kehidupan rohani kita kehidupan rohani kita tidak layu.

Bagian ini dari pelajaran-Nya tentang doa adalah sebuah proses yang unik. Roh Kudus adalah karunia Allah yang terbesar — karunia yang membawa serta berkat-berkat yang lain. Ini adalah pemberian Yesus yang terbaik bagi para muridNya dan merupakan bukti nyata dari kasih-Nya. Saya kira kita dapat memahami bahwa karunia dengan nilai seperti ini tidak akan dipaksakan kepada seseorang. Pemberian ini hanya diberikan kepada mereka yang menyatakan kerinduan untuk mendapatkannya dan meng-hargainya. Saya telah membiasakan diri meminta kecurahan Roh Kudus setiap hari dimana ini terkait dengan Yohanes 7:37: “‘Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum.’ ”  Yang berarti: Ya Tuhan, berikanlah kepadaku kerinduan akan Roh Kudus di dalam hatiku.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *