renungan berkat

TABIAT SEUMPAMA DIPAHAT UNTUK BANGUNAN ISTANA

Renungan Harian
Kuasa Menyucikan dari Kebenaran
Semoga anak-anak laki-laki kita seperti tanam-tanaman yang bertumbuh menjadi besar pada waktu mudanya, dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana. Mazmur 144:12

Jika sekiranya orang-orang muda memperhatikan dengan sebaik-baiknya betapa pentingnya pembangunan tabiat itu, maka mereka akan melihat betapa perlunya melakukan pekerjaan mereka sehingga tabiat itu akan tahan berdiri pada saat pemeriksaan di hadapan Allah. Oleh usaha yang tabah dalam menolak pencobaan dan mencari pengetahuan dari atas, orang yang hina dan paling lemah sekalipun, dapat mencapai kedudukan yang tinggi yang sekarang kelihatannya tidak mungkin. Hasil-hasil seperti ini tidak dapat diraih tanpa suatu tekad yang bulat dengan setia membereskan kewajiban-kewajiban yang kecil. Hal itu menuntut kewaspadaan yang tetap sehingga godaan-godaan yang menipu akan kehilangan kekuatannya. Orang-orang muda boleh mendapat kuasa moral, karena kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk menjadi teladan kita, serta memberikan pertolongan ilahi kepada orang-orang muda dan orang-orang dari semua umur.

Dunia ini adalah tempat lokakarya Allah, dan setiap batu yang dapat digunakan untuk bangunan surga harus dipotong dan digosok licin sampai menjadi batu berharga yang sudah teruji, cocok pada tempatnya bila dipasang dalam bangunan Tuhan. Akan tetapi kalau kita tidak mau dilatih dan belajar menahan diri, maka kita akan merupakan batu-batu yang kasar, yang pada akhirnya akan dibuang karena tidak berharga

Barangkali banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan…, karena engkau masih batu kasar yang belum dipisahkan dan dilicinkan sebelum dapat dipasang dalam rumah Allah. Janganlah engkau terkejut sekiranya Allah mempergunakan palu dan pahat untuk memotong sudut-sudut tabiatmu yang menonjol sampai engkau disiapkan untuk dipasang di tempat yang telah disediakan-Nya bagimu. Tidak ada manusia yang dapat menyelesaikannya. Setiap pukulan-Nya memalu dengan kasih, demi kebahagiaanmu yang kekal. Ia mengetahui kelemahan-kelemahan dan bekerja untuk memperbaikinya, bukan merusaknya. Suatu tabiat yang seumpama dipahat untuk bangunan istana… akan bersinar di halaman Tuhan selama-lamanya.

Hidupku Kini, Hal. 270

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *