KAPAL SELAM NUKLIR

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Kapal selam nuklir, atau “kapal selam Boomer,” adalah salah satu keajaiban teknologi paling modern di dunia. Mereka setara dengan kota yang padat dan mandiri di mana awak yang sebanyak 140 orang, berbagi ruang yang sebanding dengan rumah tiga kamar tidur. Reaktor nuklir menyediakan energi panas, yang diubah menjadi listrik. Kekuatan ini digunakan untuk memutar baling-baling dan menjalankan kapal selam secara senyap melalui air. Karena jenis kapal selam ini menyediakan sumber energi sendiri, kapal ini dapat melakukan perjalanan setidaknya 400.000 mil tanpa mengisi bahan bakar. Selain torpedo, kapal selam nuklir AS “Ohio”, dilengkapi dengan 24 tabung peluncur yang menyimpan rudal hulu ledak nuklir, yang dapat ditembakkan dari bawah air untuk menyerang target yang terkadang ribuan mil jauhnya. Masing-masing rudal nuklir ini cukup untuk melenyapkan kota-kota besar. Hanya dibutuhkan satu kapal selam saja dari setiap negara untuk menembaki negara lain, akan membuat kehidupan di planet ini punah.

Kapal selam nuklir dapat beroperasi selama berbulan-bulan dan dapat tetap tenggelam selama 90 hari. Sedikit kontak dengan keluarga, dikombinasikan dengan tekanan untuk meluncurkan senjata nuklir, menjadikan pekerjaan didalam kapal selam ini sebagai salah satu tugas militer yang paling menegangkan. Untuk mengimbanginya, Angkatan Laut melatih koki terbaik. Makanan mereka terdiri dari iga utama, lobster, tumis jamur, kentang panggang, roti, limun segar, dan kue cokelat asli untuk pencuci mulut. Dan semua ini dilakukan di dapur berukuran 8 kali 10 kaki yang hampir tidak lebih besar dari dapur di sebuah apartemen kecil. Anda dapat memahami mengapa personel dalam kapal selam adalah satu-satunya kekuatan tempur yang sering bertambah berat selama penempatan.

Mereka mengatakan tentara melakukan perjalanan dengan perutnya. Itu sebabnya militer menghabiskan jutaan dolar khusus untuk mengevaluasi apa yang dimakan tentara mereka.

Lalu mengapa banyak orang Kristen percaya bahwa Tuhan tidak peduli dengan apa yang dimakan ‘tentara’-Nya? Alkitab dengan jelas mengajarkan, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31). Karena tubuh kita adalah bait Allah (6:19), kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang “hidup” kepada Allah (Roma 12:1, 2) dan tidak menyalahgunakan tubuh kita dengan ketamakan, terutama karena kita adalah tentara dalam pasukan Allah.

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. 3 Yohanes 1:2.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.