Allah itu Bapaku, KESERUPAAN DENGAN KRISTUS, pencobaan

KESERUPAAN DENGAN KRISTUS

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Berbuah dalam Roh
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. I Yoh. 3:2.

Kristus akan segera kembali di awan di langit, dan kita harus mempersiapkan diri bertemu dengan Dia, tanpa cacat atau cela ataupun kekurangan. Sekarang ini, kita harus menerima undangan Kristus. Dia berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 1 1:28, 29). Perkataan Kristus kepada Nikodemus, sungguh sangat praktis sekarang ini, “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh” (Yoh 3:5–8).

Kuasa Allah yang mempertobatkan itu harus ada pada hati kita. Kita harus mempelajari kehidupan Kristus, dan meniru Patron Ilahi. Kita harus tinggal pada kesempurnaan tabiat-Nya, dan diubahkan ke dalam citra-Nya. Tak seorang pun dapat masuk ke dalam kerajaan Allah kecuali nafsu-nafsunya dilakukan, kecuali kehendaknya ditawan kepada kehendak Kristus.

Surga itu bebas dari segala dosa, dari segala kecemaran dan ketidaksucian, dan jika kita mau hidup dalam suasananya, jika kita hendak memandang kemuliaan Kristus, hati kita harus suci, sempurna dalam tabiat melalui kasih karunia dan kebenaran-Nya. Kita tidak boleh menceburkan diri dalam kesenangan dan hiburan duniawi, tapi membina diri untuk layak bagi tempat mulia yang telah disediakan Kristus bagi kita. Jika kita setia, berupaya untuk jadi berkat kepada orang lain, sabar dalam berbuat baik, pada kedatangan-Nya, Kristus akan memahkotai kita dengan kemuliaan, hormat dan kebakaan. Review and Herald, 28 Apr. 1891.

Kamu Akan Menerima Kuasa, hlm. 94


Mari bagikan artikel ini

3 thoughts on “KESERUPAAN DENGAN KRISTUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *