ROBOT NANO

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Bertahun-tahun yang lalu, Hollywood memproduksi film tentang sebuah wadah mirip kapal selam dan awak yang dikecilkan sedemikian mikronya hingga bisa disuntikkan ke dalam manusia. Meluncur melalui aliran darah, kapal menghadapi banyak rintangan sebelum mencapai otak dan memusnahkan tumor. Betapapun tidak masuk akalnya film itu, para ilmuwan sedang bekerja untuk menciptakan robot kecil yang dapat bergerak melalui tubuh manusia untuk melakukan berbagai prosedur medis.

Sebagai contoh, para peneliti Italia telah merancang pil kamera baru, seukuran kepala peniti, yang dikendalikan radio. Pil kamera dirancang untuk ditelan dan mengalir melalui sistem pencernaan Anda sambil memotret. Tapi pil kamera ini masih terlalu besar.

Pernahkah Anda mendengar tentang robot Nano? Untuk memberi Anda gambaran betapa kecilnya robot Nano, satu meter adalah sekitar 39 inci, tetapi nanometer adalah sepermiliar meter. Nanoteknologi adalah bidang baru yang berusaha membuat mesin jutaan kali lebih kecil dari yang kita gunakan sekarang. Para ahli Nanotechnology ini ingin membuat robot Nano yang biasa disebut nanobots, yang dapat disuntikkan ke dalam tubuh dan diprogram untuk mencari sel kanker dan menghancurkannya dengan presisi yang tidak pernah bisa dicapai oleh pisau bedah.

Bayangkan sebuah mesin kecil, tidak lebih besar dari kuman, berjalan melalui aliran darah, ditenagai oleh sistem glukosa alami, membunuh sel kanker satu per satu. Betapa jauh lebih baik daripada kemoterapi, yang juga membunuh sel-sel baik! Nanobots dapat memecah batu ginjal, membersihkan arteri yang dipenuhi plak, dan membunuh virus dan bakteri yang tidak diinginkan. Potensinya tidak ada habisnya.

Meskipun para ilmuwan masih jauh dari menciptakannya, ingatlah bahwa 20 tahun yang lalu diperlukan sebuah gedung yang penuh dengan komputer untuk mencapai apa yang dapat dilakukan oleh komputer genggam hari ini!

Saat ini adalah mungkin untuk memiliki Yesus “di dalam kamu.” Alkitab mengacu pada misteri “Kristus ada di dalam kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan” (Kolose 1:27). Yesus berkata, “Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu” (Yohanes 15:4). Tapi bagaimana caranya? Firman-Nya berkata, “Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita” (1 Yohanes 4:12). Dia juga mengatakan kepada kita, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Yohanes 6:56). Jika kita hidup dalam kasih-Nya, menuruti perintah-Nya, menerima pengorbanan-Nya dan Firman-Nya, dan tetap terhubung dengan menghabiskan waktu bersama-Nya setiap hari, Dia akan tinggal di dalam kita dan memberi kita hidup yang kekal.

Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Yohanes 14:20.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *