MAKANAN UNTUK JIWAKU

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Mustahil bagi pikiran manusia mengerti seluruhnya satu kebenaran atau janji Alkitab. Seseorang melihat kemuliaan dari satu sudut pandangan, sebagian lagi dari sudut pandangan yang lain; namun kita hanya dapat melihat cahaya yang samar-samar. Cahaya yang penuh adalah di luar pandangan mata kita. Sementara kita merenung-renungkan perkara-perkara besar tentang Firman Allah, kita melihat ke dalam suatu mata air yang meluas dan mendalam di bawah pandangan kita. Lebarnya dan dalamnya adalah di luar pengetahuan kita. Sementara kita memandang, pandangan itu meluas; terbentang di hadapan kita, maka kita melihat laut yang tak terhingga luasnya, tidak bertepi. Pelajaran demikian mempunyai kuasa yang memberi hidup. Pikiran dan hati memperoleh kekuatan dan hidup yang baru.

Pengalaman ini adalah bukti tertinggi tentang Alkitab sebagai tulisan yang diilhamkan. Kita menerima Firman Allah sebagai makanan jiwa melalui bukti yang sama oleh mana kita menerima roti sebagai makanan tubuh. Roti mencukupi keperluan jasmani kita; kita mengetahui melalui pengalaman bahwa hal itu menghasilkan darah, tulang dan otak. Gunakan lah ujian yang sama pada Alkitab; bilamana azas-azasnya sungguh-sungguh menjadi unsur tabiat, apakah akibatnya? Perubahan apakah yang telah terjadi dalam kehidupan? ”Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Di dalam kuasanya, pria dan wanita telah memutuskan mata rantai sifat-sifat yang berdosa. Mereka telah meninggalkan sifat mementingkan diri sendiri. Yang najis telah menjadi suci, pemabuk menjadi tenang, yang cabul menjadi bersih. Jiwa-jiwa yang membawa sifat yang menyerupai setan telah diubahkan ke dalam peta Allah. Perubahan itu adalah mujizat dari pelbagai mujizat.

Perubahan yang dilaksanakan oleh Firman itu adalah salah satu dari rahasia-rahasia Firman itu. Kita tidak dapat mengerti hal itu; kita hanya dapat percaya bahwa sebagaimana dinyatakan oleh Kitab Suci, ”Kristus ada di tengah-tengah kamu, yang adalah pengharapan akan kemuliaan” Pengetahuan tentang rahasia ini memberi suatu kunci kepada orang lain. Hal itu membuka kepada jiwa harta semesta alam, kemungkinan-kemungkinan perkembangan yang tidak terbatas.

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Yeremia 15:16.

-Hidupku Kini Hal. 28-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *