janji

PENGAKUAN DAN JANJI PALSU

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

“Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah” (Keluaran 9:27).

Umat-Ku akan diam di tempat tinggal yang penuh kedamaian, dan di tempat yang pasti, dan di tempat-tempat peristirahatan yang tenang.”… Satu-satunya keselamatan bangsa-bangsa dan individu-individu adalah menuruti suara Tuhan dan selalu berdiri di sisi keadilan dan kebenaran. Selanjutnya Firaun merendahkan dirinya sendiri dan berkata, “Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah.” Ia meminta hamba-hamba Tuhan untuk memohon kepada-Nya agar guruh dan hujan berhenti.

Musa mengetahui bahwa pertunjukan belum usai, karena ia memahami hati yang terbentuk oleh kesombongan menentang Tuhan. Pengakuan dan janji-janji Firaun tidak dibuat karena ada perubahan pikiran atau hati; tetapi
kengerian dan penderitaan yang menggerakkan dia, untuk sementara waktu, untuk menyerah pada peperangan dengan Allah. Akan tetapi, Musa berjanji mengabulkan permintaannya seolah pengakuannya itu benar dan pertobatannya tulus, untuk tidak lagi memperlihatkan sikap yang keras kepala….

Saat keluar dari kota itu “dikembangkannyalah tangannya kepada TUHAN, maka berhentilah guruh dan hujan es dan hujan tidak tercurah lagi ke bumi.” Tetapi segera setelah pertunjukan kekuatan Ilahi yang hebat itu berlalu, hati sang raja kembali mengeras dan memberontak.

Tuhan memperlihatkan kekuatan-Nya untuk memperkuat iman Israel umat-Nya sebagai satu-satunya Allah yang benar dan hidup. Ia akan memberikan kepada mereka bukti-bukti yang tak mungkin salah tentang perbedaan yang diperlihatkan-Nya antara Bangsa Mesir dan umat-Nya. Ia membuat semua bangsa mengetahui bahwa meskipun mereka telah dipaksa kerja keras dan telah diremehkan, namun Ia memilih mereka sebagai umat-Nya yang istimewa, dan bahwa Ia akan mengusahakan kelepasan mereka dalam cara yang ajaib.

Dengan pergaulan yang lama dan terus-menerus melihat penyembahan berhala Bangsa Mesir, pemikiran orang Ibrani tentang Tuhan yang benar dan hidup telah memudar…. Mereka melihat Bangsa Mesir penyembah berhala menikmati kesejahteraan yang melimpah, sementara mereka terus-menerus diejek dengan ucapan, “Tuhanmu telah meninggalkanmu.” Tetapi oleh kekuatan-Nya yang ajaib, Tuhan sekarang mengajarkan umat-Nya tentang
tabiat-Nya dan kekuasaan Ilahi dan memperlihatkan kepada mereka betapa tidak bergunanya dewa-dewa palsu itu. —Signs of the Times, 18 Maret 1880.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *