SUATU KEPASTIAN AKAN KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI

Featured Pendalaman Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Pesawat tempur Kapten menukik berputar menghantam bumi setelah terkena tembakan sebuah rudal di atas Bosnia yang dilanda perang. Ia menarik tuas pelontar dari f-16-nya dan terjun payung mendarat di daerah musuh, memulai sebuah pengembaraan menakutkan. Selama enam hari ia tetap bertahan hanya dengan makan serangga-serangga dan meminum air hujan. Ia berusaha agar tidak tertangkap dengan bersembunyi di bawah semak-semak dan memoles wajahnya dengan lumpur agar dirinya kurang kentara. Terkadang serdadu-serdadu musuh yang mencari dia melewatinya hanya dengan jarak beberapa kaki dari tempat persembunyiannya.

O’Grady bertanya-tanya, Apakah mereka tahu saya masih hidup? Apakah mereka peduli? Apakah mereka akan datang menjemput saya? Yang ia tidak ketahui ialah sejak peristiwa penembakan itu, militer Amerika Serikat melakukan upaya besar-besaran senilai jutaan dolar untuk misi penyelamatannya. Di satu sisi, negaranya mengerahkan empat puluh pesawat terbang di udara hanya untuk mencari dia. Kendati demikian, O’Grady masih bertanya-tanya, Apakah mereka akan datang menjemput saya?

Kapten O’Grady akhirnya ditemukan dalam sebuah upaya penyelamatan yang berani menggunakan beberapa cabang militer—semuanya hanya untuk menyelamatkan seorang tentara yang terjebak di daerah musuh. Kita juga sama terjebak di daerah musuh, dan beberapa bertanya-tanya apakah Tuhan telah melupakan kita. Tentu saja tidak! Kristus tidak melupakan umat-Nya. Ia berjanji, “Ia akan menyuruh keluar malaikat- malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain” (Matius 24:31). Tuhan sedang membuat persiapan, bahkan saat ini untuk menyelamatkan semua anak-anak-Nya. Ia akan datang kembali … dan segera! Tetapi bagaimana kita dapat begitu yakin?

Dalam suatu tinjauan ulang sejarah dunia secara luas dan menyeluruh, suatu nubuatan Alkitab yang ditemukan dalam kitab Daniel pasal dua, mengungkapkan dari awal bangkit dan jatuhnya bangsa-bangsa—semuanya ini akan berakhir pada kedatangan kedua. Lebih dari 2.600 tahun silam, seorang raja Babilon kuno yang telah menaklukkan bangsa Israel mendapat mimpi yang misterius dan membingungkan. Ketika orang-orang pintar dan ahli perbintangannya tidak dapat menafsirkan khayalnya yang menakutkan tersebut, seorang tawanan Ibrani maju dan oleh pertolongan Tuhan, menguraikan mimpi sang raja, sehingga memberikan suatu gambaran memesona dari hal waktu sampai ke akhir dunia. Raja Nebukadnezar mendengarkan dengan takjub saat tawanan Ibrani yang bernama Daniel mengemukakan mimpi patung manusia dari berbagai bahan mineral. Kepada nabi muda itu diberikan hikmat oleh Tuhan untuk menjelaskan makna dari penglihatan tersebut:

“Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat” (Daniel 2:31–33).

Daniel lalu mengungkapkan bahwa kepala emas pada patung melambangkan Babel, yang memerintah dari 605 SM sampai 539 SM. Sejarah selanjutnya memastikan bahwa dada dan lengan perak melambangkan kerajaan Media-Persia yang menaklukkan Babel dan memerintah dari tahun 539 SM sampai 331 SM. Perut dan pinggang tembaga mewakili Yunani. Alexander Agung mengalahkan Persia, membuka jalan bagi Yunani untuk memerintah dari tahun 331 SM sampai 168 SM. Berikutnya paha dari besi melambangkan kerajaan besi Romawi yang menaklukkan Yunani di tahun 168 SM dan mendominasi dunia sampai 476 M.

Saat kerajaan Romawi mulai pecah, kerajaan itu tidak ditaklukkan oleh kuasa dunia lainnya. Akan tetapi kaki (telapak kaki—NKJV) patung tersebut yang terbuat dari besi bercampur tanah liat melambangkan pecahan wilayah tersebut akibat serangan para penyerbu Jerman yang saat ini disebut Eropa modern. Meskipun banyak pemimpin mencoba menyatukan Eropa, termasuk Charlemagne, Napoleon, dan bahkan Adolf Hitler, tidak ada yang pernah berhasil.

Bagaimana mimpi Nebukadnezar berakhir? “Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi” (Daniel 2:34, 35, penekanan ditambahkan).

Siapakah batu yang “terungkit lepas … tanpa perbuatan tangan manusia” yang menghancurkan patung tersebut dengan kekuatannya yang luar biasa? Itu adalah Yesus Kristus “batu yang kekal” (Yesaya 26:4, margin). Seluruh sejarah bergerak menuju babak akhir yang mengagumkan ketika Putra Tuhan kembali ke bumi dengan kuasa. Buku-buku sejarah meneguhkan bahwa kita sedang hidup di jari-jari kaki dari lambang patung yang agung ini. Kerajaan-kerajaan telah bangkit dan jatuh tepat seperti yang Tuhan ramalkan melalui Daniel. Babak terakhir dalam mimpi Nebukadnezar adalah kedatangan kerajaan Allah. Nubuatan Alkitab telah terbukti dapat dipercaya, sehingga kita dapat mengetahui dengan kepastian bahwa kita sedang hidup pada zaman akhir. Yesus akan segera kembali!

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]Alkitab secara akurat mencatat sejarah sebelum itu terjadi sejak zaman babel—nubuatan diteguhkan oleh setiap buku sejarah. Kita dapat memercayai bahwa nubuatan mengenai kedata- ngan yesus yang kedua kali adalah tepat![/perfectpullquote]

PATUNG NUBUATAN DARI DANIEL 2 MELAMBANGKAN BERBAGAI KERAJAAN-KERAJAAN DI BUMI SEPANJANG SEJARAH

BABEL 605–539 SM

MEDIA-PERSIA 539–331 SM

YUNANI 331–168 SM

ROMAWI 168 SM–476 M

EROPA YANG TERBAGI 476 M–SEKARANG


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *